Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts
Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts

Saturday, 26 May 2012

Kisah Imam al-Syafi'i Mengunjungi Rumah Imam Ahmad bin Hanbal


Suatu hari Imam Syafi’i berkunjung ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal. Setelah usai dijamu oleh Imam Ahmad, dengan makanan-makanan, Imam Syafii tidur di kamarnya.             
                                                                                                                                                                                          
Saat pagi menjelang, putri Imam Ahmad bin Hanbal berkata pada ayahnya, “Wahai ayah, benarkah ini Imam Syafi’i yang sering Kau ceritakan?”.

Imam Ahmad menjawab, “Benar putriku!”“

Ada tiga hal yang saya perhatikan darinya, pertama saat kami suguhkan makanan kepadanya, dia makan banyak sekali. Kedua saat dia masuk kamar, dia tidak menjalankan shalat malam. Ketiga saat shalat Shubuh dengan kita, dia tidak berwudlu.” kata sang putri.

Tiba-tiba saat Imam Syafi’i berpapasan dengan Imam Ahmad Ibn Hanbal, lantas Imam Syafii menjawab tiga hal yang dipertanyakan putrinya.

Wahai, Ahmad!”, tegur Imam Syafi’i,
Aku makan banyak sekali, karena tahu bahwa makan-makananmu dari harta yang halal, sesungguhnya engkau adalah orang mulia, dan makanan orang mulia adalah obat, dan makanan orang kikir adalah penyakit. Saya tidak makan untuk sekedar kenyang, sesungguhnya aku memakan makananmu untuk obat.”, jawab Imam Syafi’i.

Adapun mengenai aku tidak shalat malam, karena setiap aku meletakkan kepalaku untuk tidur, saya melihat seakan didepanku ada Al Quran dan  Al Hadits, Allah membukanya untukku dengan 72 masalah ilmu fiqh. Saya berharap ummat memanfaatkannya, dan saya tidak menemukan kesempatan untuk shalat malam.”, lanjut Imam Syafi’i.

Kemudian Imam Syafi’i juga berkata, “Terkait dengan shalat Shbuh yang tanpa wudlu’, Demi Allah saya tidak tidur kecuali sebelumnya saya memperbarui wudlu. Sepanjang malam saya tidak tidur, maka saya shalat Shubuh dengan kalian dengan wudlu’ shalat Isya’”.

Sumber: http://www.elhooda.com/2011/12/kisah-imam-syafii-berkunjung-ke-rumah-imam-ahmad-bin-hanbal/

Wednesday, 16 May 2012

Kisah Muhammad bin Wasi'


Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni yang terkenal dengan bukunya yang bertajuk ‘La Tahzan’ telah menukilkan satu kisah tauladan yang cukup menggugat jiwa iaitu kisah Muhammad bin Wasi’. Muhammad bin Wasi’ terkenal sebagai seorang yang zuhud pada zamannya. Suatu hari dia berada di dalam barisan tentera yang dipimpin oleh Qutaibah bin Muslim untuk meninggikan kalimah Allah di bahagian timur negara Islam pada waktu itu.

Suatu hari Qutaibah ingin menguji Muhammad bin Wasi’ di hadapan para panglima dan menterinya. Maka, Qutaibah berkata kepada menteri dan panglima-panglimanya, ‘Di tanganku ada segenggam emas yang diperolehi hasil ghanimah [rampasan perang] daripada musuh-musuh Islam. Adakah kalian semua percaya bahawa kalau aku menyerahkan emas ini kepada seseorang maka dia akan menolaknya?’ Mereka menjawab: ‘Kami sama sekali tidak percaya kalau ada orang yang akan menolak pemberian emas ini.’ Qutaibah berkata ; ‘Baiklah, aku akan tunjukkan seseorang daripada umat Nabi Muhammad saw yang menyamakan emas ini dengan tanah kepada kalian semua.’

Maka dia pun memerintahkan pengawalnya supaya memanggil Muhammad bin Wasi’ untuk menghadapnya. Maka, tatkala Muhammad menghadap Qutaibah, lalu diberikannya segenggam emas di dalam tangan Qutaibah. Maka Muhammad bin Wasi’ terus mengambil emas tersebut tanpa sepatah kata. Qutaibah tercengang. Sangkaannya Muhammad akan menolak pemberiannya. Wajahnya berubah menahan malu di hadapan menteri dan panglimanya. Qutaibah memerintahkan pengawal-pengawalnya supaya mengekori langkah Muhammad bin Wasi’ selepas beliau keluar dari majlis itu.

Muhammad bin Wasi’ membawa emas tersebut dan dalam perjalanannya beliau berjumpa dengan seorang fakir miskin, dan Muhammad memberikan semua emas tadi kepada fakir miskin tersebut. Berita ini dilaporkan oleh pengawal-pengawal yang mengintip pergerakan Muhammad bin Wasi’ kepada Qutaibah. Lalu Qutaibah tersenyum dan berkata kepada orang-orang di sekelilingnya; ‘Bukankah sudah aku katakan kepada kalian bahawa masih ada lagi hamba Allah daripada umat ini yang menyamakan emas dengan tanah?’

Begitulah contoh seorang insan yang hatinya langsung tidak terpaut kepada dunia. Emas yang tinggi nilainya, tidak langsung memesongkan hatinya daripada mengingati Allah dengan menyalurkan kepada orang-orang yang lebih memerlukan. Hidupnya sederhana dan mulutnya sentiasa basah dengan kalimah dan beristighfar [memohon ampun] dan bertasbih kepada Allah. Ternyata Muhammad bin Wasi’ adalah contoh insan yang meletakkan dunia di atas tangannya. Dunia dan habuan di dalamnya digunakan untuk jalan-jalan kebajikan dan jihad di jalan Allah.

Nabi saw telah bersabda,’Jadilah kamu seolah-olah orang yang asing atau seorang musafir di dunia ini.’[Riwayat Bukhari dan Ahmad] Kita mungkin akan dilihat pelik atau dianggap asing kerana mengamalkan ajaran yang diajar oleh baginda Rasulullah saw. Meninggalkan dunia yang sedikit dan menumpukan perhatian kepada akhirat akan menyebabkan kita kelihatan janggal,pelik dan asing di mata manusia lain yang sibuk mengejar habuan dunia. Kita mungkin dianggap bodoh kerana menolak kemewahan dan keseronokan dunia, sebaliknya ketahuilah, bahawa kita adalah manusia yang paling cerdik di kalangan umat ini.

Sumber:  http://dakwah.org/blog/?p=226